Disela-sela tugas besar, masih saja sempat untuk bercerita disini. Dasar Riska. Yasudalah..
Helo! Kamu ingat kemarin, Om? Kemarin, 27 keempat punya kita.
Kamu disana, aku disini.
Kamu sibuk dengan acara keluarga di Semarang, aku sibuk dengan laptop dan ya, seminar.
Entah kenapa tiap bulan selalu ada cerita unik kadang aneh.
Hahahahaha namanya juga kita ya om :p
Bulan keempat di mana aku dan kamu bukan lagi sepasang sahabat tukang curhat.
Bulan keempat di mana aku dan kamu menjadi kita.
Bulan keempat di mana kamu menjadi alasan mengapa aku masih teguh dengan impian-impianku.
Bulan keempat di mana obrolan ngga penting sampai sangat penting kita isi.
Bulan keempat di mana keceriaan, kebodohan, kekonyolan, ejekan berada didalamnya.
Semoga masih ada 27 berikutnya untuk kita ya, Om Brutus.
Amin.
Helo! Kamu ingat kemarin, Om? Kemarin, 27 keempat punya kita.
Kamu disana, aku disini.
Kamu sibuk dengan acara keluarga di Semarang, aku sibuk dengan laptop dan ya, seminar.
Entah kenapa tiap bulan selalu ada cerita unik kadang aneh.
Hahahahaha namanya juga kita ya om :p
Bulan keempat di mana aku dan kamu bukan lagi sepasang sahabat tukang curhat.
Bulan keempat di mana aku dan kamu menjadi kita.
Bulan keempat di mana kamu menjadi alasan mengapa aku masih teguh dengan impian-impianku.
Bulan keempat di mana obrolan ngga penting sampai sangat penting kita isi.
Bulan keempat di mana keceriaan, kebodohan, kekonyolan, ejekan berada didalamnya.
Semoga masih ada 27 berikutnya untuk kita ya, Om Brutus.
Amin.
#DiselaSeminar #NowPlaying #Gigi dan #Mocca
"saat berbagi cerita, selalu ada kehangatan didalamnya" - Hanif Abduh, 24 tahun, lelaki gendut dan bergelambir.
Kalimat itu kamu ucapkan saat aku dan kamu belum menjadi kita, seperti sekarang. Dan memang, setiap berbagi cerita -dengan siapapun- ada sesuatu disetiap kata yang dilontarkan. Kehangatan, rasa peduli, dan mungkin merasakan apa yang si pencerita itu rasakan.
Sudah lama aku merasakan kehangatan dalam bercerita. Dengan teman, sahabat, dan situ :p Pada dasarnya sih, aku memang senang berbagi cerita. Lebih banyak cerita konyol mungkin. Yaaa biar memberi warna juga buat orang lain *ngek.
Dan kamu, tuan pelukis cahaya. Terimakasih sudah bercerita banyak tentang apa yang ada kamu alami, kamu rasakan, tanpa aku tanya terlebih dahulu. Menjadi pendengar yang baik untuk teman-teman sudah aku lakukan sejak duduk dibangku sekolah. Tapi, kalau untuk *ehem ya itulah* baru kali ini bwahahahaha *ngakak guling-guling.
Anggap aku buku harian. Tempatmu berkeluh kesah, senang, sedih, bingung, semuanya. Ya? I'm gonna take you inside my space, tuan! :)
#nowplaying Mocca - Bundle of joy
Halo kamu, selamat malam.
To the point aja ye, saya ngga suka sama kamu. Saya males liat kamu di timeline. Bawaannya pengen nge-mute. Malah nge-unfollow. Saya jijik kalo ketemu kamu. Saya... Eugh! Intinya, saya benci kamu, nona.
Aku tau ini ngga baik. "jangan memelihara kebencian" kata dia sih gitu. Tapi perasaan kayak gini spontan, gabisa di tahan. Baru kali ini aku ngga suka sama orang sampe segininya. Ya gimana? Maaf-maaf deh.
Padahal ini bulan baik. Maaf Ya Allah, dibulan baik ini aku malah menumbuhkan rasa benci pada seseorang.
Abaikan riska, abaikan.
To the point aja ye, saya ngga suka sama kamu. Saya males liat kamu di timeline. Bawaannya pengen nge-mute. Malah nge-unfollow. Saya jijik kalo ketemu kamu. Saya... Eugh! Intinya, saya benci kamu, nona.
Aku tau ini ngga baik. "jangan memelihara kebencian" kata dia sih gitu. Tapi perasaan kayak gini spontan, gabisa di tahan. Baru kali ini aku ngga suka sama orang sampe segininya. Ya gimana? Maaf-maaf deh.
Padahal ini bulan baik. Maaf Ya Allah, dibulan baik ini aku malah menumbuhkan rasa benci pada seseorang.
Abaikan riska, abaikan.
#RuangMini #BiskuitCokelat
Aku dan kamu baru saja menjadi kita. Agak canggung memang, wajar. Karena apa yang masing-masing dari kita alami sebelumnya tidak sederhana.
Aku dan kamu sama-sama dalam tahap belajar, hanya saja apa yang kita pelajarinya itu berbeda. Seperti yang kamu katakan "pelan-pelan aja. Aku ngerti kok".
Kita berjalan, mengikuti alur, bagaimana hasil akhir itu urusan belakangan.
Dan kamu, tuan semut, ada banyak alasan dibalik semua tingkahku yang seringkali membuatmu kesal. Salah satunya ngaret. Nanti, suatu saat akan aku beritau kok. Tapi ngga sekarang, ya :)
Saat ini aku hanya bisa ber-ora et labora. Berdoa dan berusaha. Semoga apa yang sedang dijalani sesuai dan baik untuk kita.
Ya, Semoga, Amin.
#nowplaying mocca - you and me againts the world
Aku dan kamu sama-sama dalam tahap belajar, hanya saja apa yang kita pelajarinya itu berbeda. Seperti yang kamu katakan "pelan-pelan aja. Aku ngerti kok".
Kita berjalan, mengikuti alur, bagaimana hasil akhir itu urusan belakangan.
Dan kamu, tuan semut, ada banyak alasan dibalik semua tingkahku yang seringkali membuatmu kesal. Salah satunya ngaret. Nanti, suatu saat akan aku beritau kok. Tapi ngga sekarang, ya :)
Saat ini aku hanya bisa ber-ora et labora. Berdoa dan berusaha. Semoga apa yang sedang dijalani sesuai dan baik untuk kita.
Ya, Semoga, Amin.
#nowplaying mocca - you and me againts the world
Published with Blogger-droid v2.0.6
Selamat malam tuan semut yang datang dan pergi sesuka hati kayak ingus.
Baru saja kamu bilang kalo kamu lengkap layaknya pasar. Lengkap apanya? Mari aku ingat-ingat. Iya kamu menyebalkan, iya kamu baik walau lebih sering ngga, iya kamu ramah, iya kamu tukang bikin orang bingung, iya kamu lebay, iya kamu rese, iya kamu aneh, iya kamu pintar menyamar. Heummm, iya sih.
Soal menyamar, tuan Semut tau tidak? Sore tadi aku jalan-jalan dengan seorang teman. Ternyata kamu diam-diam mengikuti ya? Ayo ngaku! Kamu menyamar jadi trotoar, bangunan tua, ruas jalan, bahkan parfum! Masih belum mau ngaku juga? Sering aku memergokimu sedang mengintip disana. Bahkan malam ini. Kamu menyamar menjadi lagu yang membuatku terbawa pada dimensi lain. Terbawa pada sebuah ruang yang sudah aku kunci rapat. Sialnya kunci itu ada di genggamanku, jadi dengan mudah aku bisa membukanya kembali.
Seisi kota ini sepertinya sudah dikuasai olehmu untuk disulap menjadi dirimu dengan wujud berbeda. Angkot, mall, gedung bioskop, toko buku, gedung pertemuan, 'jalur gaza', tukang mie kocok, lomie, pan cake, potongan tiket, tambal ban, hujan, dan segala hal yang berbau tempat berjarak ribuan kilometer dari sini adalah korbannya. Masih banyak lagi sih.
Berkat penyamaranmu yang super hebat itu, aku mengingkari janji yang sudah aku rancang dengan diriku sendiri. Sudah dua kali, dan tidak akan ada yang ketiga karena aku tau, hasilnya pasti sama. Gagal.
Ha? Apa? Kamu ingin tau apa janjinya? Sepenting apa jawaban itu buat kamu, tuan? Hahahahahaha! :p
Kesalahan terbesarku adalah sudah membuat kastil yang sangat megah dalam memoriku yang minim. Itu sebuah kesalahan besar dan fatal. Menghasilkan aku saat ini. Aku yang menjadi takut untuk berfikir positif dalam segala hal, termasuk kamu, tuan semut.
#nowplaying The Groove - Satu Mimpiku
Kesalahan terbesarku adalah sudah membuat kastil yang sangat megah dalam memoriku yang minim. Itu sebuah kesalahan besar dan fatal. Menghasilkan aku saat ini. Aku yang menjadi takut untuk berfikir positif dalam segala hal, termasuk kamu, tuan semut.
#nowplaying The Groove - Satu Mimpiku
Tadi, baru saja. Aku ditawari semangkuk baso yang sangat menggiurkan oleh seorang teman. Sebut saja, tuan Semut. Bihun sayur, dengan sambal dan cuka. Segar sekali! Kalimat yang diucapkan tuan Semut sangat meyakinkan. Tapi, entah kenapa aku menolak. Seperti ada sesuatu yang bilang "jangan ca, itu ada formalinnya. Ngga baik buat kesehatan, nanti kamu sakit. Susah sembuhnya" padahal? Itu adalah makanan favoritku! Favorit sekali! Aku menolak perlahan, tertunduk lesu, kemudian berpikir keras.
#EfekTugasMPK