Saturday, April 12, 2014

10.57 AM

Ketika si pesimis dan minder mendominasi, apa yang bisa diri ini lakukan?
Kemana si optimis?
Apa dia pergi atau sembunyi?
sebaiknya sih jangan pergi, itu bahaya.

Dear, optimis. Kamu kemana, ya?
Seperti lagi pundung keadaan keadaan yang satu bulan kemarin.
Jangan kelamaan doong.
Saya butuh kamu.
Saya nggak mau mereka -si pesimis dan minder- menggerogoti pikiran saya, merusaknya.

Anehnya lagi sih, saya cuma diam. Menunggu dia, si optimis untuk datang lagi dan mengusir mereka-mereka itu. Yah, walaupun pasti datang lagi.

No comments:

Post a Comment