Friday, October 25, 2013

11.33 AM

Ketika barang kesayangan saya hilang, saya merasa sangat bodoh. Teledor, ceroboh, apapun itu namanya. -Padahal saya sudah punya niat kalau saya tidak akan menggantinya sebelum mendapatkan pekerjaan- Lalu saya tersadar, "oh, kamu kurang beramal ca. Dan kurang bersyukur atas apa yang kamu punya. Pantesan aja HP kamu ilang" gumam saya. Benda itu memang lemot -untuk seukuran ponsel pintar- saya selalu mengeluh tanpa saya sadari banyak kemudahan dalam berkomunikasi yang diberikan. Ketika hilang -di tempat yang menurut saya tidak pantas ada pencurian meskipun pencurian tidak pantas dilakukan dimana pun- saya kesal. Kesal pada diri saya sendiri dan orang yang memanfaatkan keteledoran saya di sebuah acara jobfair.

Dua minggu yang lalu, baru lah saya merasa bersyukur dengan hilangnya benda kesayangan saya itu. Bersyukur karena saya bisa mengurangi kadar ke-sok detektif-an saya dengan cukup drastis. Atau bahasa enaknya, kepo. Untuk buka jejaring sosial, saya harus nebeng HP orang, atau laptop kesayangan ini.

Yaa, karena rasa ingin tahu yang berlebihan itu membuat efek yang sangat cukup berlebihan buat saya. Semakin pesimis dan minder.

No comments:

Post a Comment