Sosok Paman yang aku rindukan :')

May 12, 2011

Om atau paman adalah sosok yang menemaniku sejak kecil, dia salah satu adik laki-laki dari ibuku. Badannya tinggi dan sangat kurus, bisa dibilang postur tubuhnya cungkring. Sebenarnya aku punya dua om, karena ibuku adalah anak sulung yang memiliki dua adik. Tapi entah mengapa aku lebih dekat dengan bungsu dari ibuku :') Waktu aku dilahirkan, usianya kira-kira 17tahun, masih muda. Dari kecil aku memang sering diasuh olehnya, bukan berarti om Udi (adik kedua ibu) ngga pernah mengasuhku, dia tetap mengasuhku namun lagi-lagi aku tegaskan kalo aku lebih dekat dengan bungsu dari ibuku :')

Kedekatan aku dengannya sangaaaaaat dekat, bahkan aku merasa seperti memiliki sosok kakak laki-laki. Dulu ia bekerja di Jakarta, pulang ke Bandung seminggu sekali. Aku sangat mengingat kejadian ini kira-kira waktu aku kelas 4 SD, waktu itu ia pulang ke Bandung tapi hanya sebentar lalu kembali ke Jakarta lagi. Aku menangis, lalu aku menulis dalam diary "aaaah om anton mau balik lagi ke jakarta. aku gamau dia pergi pengen dia di Bandung. Aku nangis sampe-sampe aku kesogok pensil" ah dasar curhatan anak SD. Sosoknya memang hangat, dari kecil aku sering diajak jalan-jalan olehnya. Aku ingat, dulu ia memiliki teman yang bekerja di McD, om Yoyo namanya. Tak jarang aku dan adikku diajak menemui temannya itu, dan kami ditraktir es krim, betapa senangnya aku.

Saat SMP aku pertama kali memiliki ponsel, dan itu diberikan olehnya dengan merek Siemens S55. Itu adalah ponsel pertamanya karena ia membeli yang baru maka ponsel itu diberikan padaku. Betapa riangnya aku! Memiliki barang yang sangat aku inginkan. Namun suatu suatu hari, ponselku tertinggal dirumah. Aku santai karena tertinggal dirumah, yang penting ngga jatoh, pikirku. Pulang sekolah aku mencari dan ngga ketemu, mencari lagi, ngga ketemu juga. Aku menangis, aku ngga berani untuk bilang padanya kalau barang yang telah ia berikan hilang :( Lama kelamaan, ia mengetahuinya. lalu ia bilang "hp ilang ya? itu hp pertama om ko bisa sampe ilang, dirumah lagi. ga bisa jaga barang" jreeeengg! Aku sedih, kesal pada diriku sendiri semua bercampur. Aku merasa telah merusak kepercayaannya. Dasar ceroboh! Pikirku. Kejadian hilangnya ponsel sudah berlalu cukup lama, ia tetap sering memberikanku barang yang aku inginkan, mengajak jalan-jalan waaaaaahh senangnya! :')

Ia menetap di Bandung dan bekerja di PT Heinz ABC. Semenjak itu ia selalu memberikan bingkisan yang berisi produk ABC untuk keluargaku tiap bulannya. Isinya macam-macam, ada Mister Jussie, kecap, terasi, sirup, cappucini, ah pokonya banyak! Hahahahah dapet produk gratis, asyik kan? :> hihihi.
Usiaku menginjak 16tahun, dan pada akhir bulan Desember aku mengalami kecelakaan di Subang. Kaki kanan ku patah dan harus di operasi. 10 hari aku menjalani pengobatan tradisional, namun kaki ku tak kunjung membaik, akhirnya ayah, ibu dan keluargaku yang lain memutuskan untuk membawaku ke RS di Bandung. Ia menemaniku di rumah sakit, bersenda gurau, membelikan makanan dan ada kejadian yang menarik perhatianku. Saat itu ia dan om Udi menemaniku yang sedang menunggu giliran operasi. Bruder rumahsakit itu membawa kursi roda untuk mengantarkan aku ke ruang operasi, aku dan kedua om ku kaget "ngapain mas bawa kursi roda?" ucap om Udi, "kan buat bawa ade ini ke ruang operasi" dengan ekspresi datar, sontak aku dan kedua om ku tertawa "hahahah mas ada-ada aja ponakan saya kasur ke senggol aja sakit kakinya, gimana mau duduk dikursi roda. kan kakinya patah" ucap adik dari om Udi menambahkan. Sampai sang bruder kembali ke ruanganku, kami masih tertawa mengingat kejadian itu. Ah semakin rindu :')

Operasi selesai dan aku harus memakai tongkat selama 3bulan. Pergi ke sekolah pake tongkat, kemana-mana pake tongkat, haduuuuhh malu dan sangat menyiksa! Suatu ketika ia mengajakku ke PVJ, aku malu karena sebelumnya belum pernah ke mall pake tongkat sialan ini tapi akhirnya aku mau setelah dibujuk. Kami makan di Blitz cafe (eh kalo ga salah itu namanya). Tiba-tiba ada temanku menyapa, lalu mengajakku untuk menonton Club 80s yang tampil disana dan ia pun mengijinkan. Selesai menonton, aku melirik kearahnya masih disitu rupanya. Lalu aku berpamitan pada teman-temanku untuk pulang.

Kini ia telah menikah dan memiliki tiga jagoan kecil. Semenjak itu kami sangaaaaat jarang jaln-jalan bersama, wajar sih udah berkeluarga juga. Mana anaknya tida, masih kecil pula.  Terakhir ketemu kapan ya? Kalo ngga salah waktu Tante Seni melahirkan anak ketiga. woooo lama sekali :(

Haloo Om Anton, tau ngga? ica punya temen di kampus, dia miriiip banget mukanya sama om anton. makin kangen tau kalo ica liat dia. I miss you a lot! Wanna hug you! wanna have fun again with you! aaaaaaaa miss you a lot, Om Anton! :')


You Might Also Like

0 komentar

Teman-teman

Popular Posts

Part of