Tuesday, May 31, 2011

Lagu Galau Tingkat Akhir!

ngedenger lagu ini bikin adeeem, bikin galau, sekaligus bikin ngelamun hahahahaha! enak banget lagu ini, soundtrack AADC kalo ngga salah. Cekidot!

Melly Goeslow-Bimbang

Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam tlah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih

Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa namun ada yang hilang separuh
diriku


Antara Aku dan Keluarga Kecilku :)

Aku baru kali ini aktif dalam organisasi. Jaman SMP-SMA aku ngga ikut organisasi apa-apa, paling SMP aku ikut marching band sama PEMA (sejenis majalah sekolah gitu) itupun ngga bikin sibuk. Masuk kedalam dunia universitas, emang beda banget sama sekolah, termasuk organisasinya.

Awal semester 3 kemaren aku masuk dua organisasi, KMJ sama SM. KMJ adalah Keluarga Mahasiswa Jurnalistik, modelnya mirip himpunan mahasiswa gitulah kira-kira. Entah karena sebelumnya aku ngga pernah ikut organisasi, disini aku mendapatkan keceriaan yang sangat sulit aku lupakan. Kekompakan yang dibangun, canda tawa yang sering terselip disetiap pertemuan membuat Keluarga Mahasiswa Jurnalistik layaknya sebuah keluarga :)

SM adalah Suara Mahasiswa, pers kampus gitu. Jangan mikir kalo SM sejenis paduan suara, kalo itu udah ada namanya PASUMA hahahahah kadang banyak orang yang mikir itu sejenis paduan suara :D. Nah, disana aku ngedapetin hal-hal yang ngga aku duga sama sekali.

SM punya tekanan yang besar, mungkin karena pers adalah press atau tekanan dalam bahasa Inggris. Jujur, awal masuk SM aku ngga kuat dengan tekanan yang ada. Liputan, rapat pleno yang tak jarang memaksa kami (para anggota) untuk menginap di kampus, soalnya kalo rapat pleno belon beres gaboleh pulang daaaaan sebagainya. Cape? Iya banget. Aku adalah orang yang paling jarang nangis, dan SM bisa bikin aku nangis karena tekanan itu. Gatau apa gara-gara akunya panik hahahahah entahlah :D. 6 bulan lebih aku jalanin dengan terseok-seok (halaaah..) mulai dari diklat, pelantikan, sampai yang terakhir mubes aku merasakan hal berbeda dari SM, yaitu kekeluargaan. Hal itu baru aku sadari akhir-akhir ini. Kami seperti punya ikatan yang kuat satu sama lain, dan aku merasa diruangan yang ngga terlalu besar itu seperti rumah yang dihuni oleh orang-orang dengan watak yang berbeda, emosi yang berbeda, tapi tetap menyatu sebagai sebuah keluarga kecil. SM itu pahit, tapi manis. Mungkin kalian bingung dengan pernyataan yang terkesan plin plan tapi temen-temen aku di SM pasti ngerti dengan kalimat ini (yakaliiiiii hahahaha sotau) :)


Thursday, May 12, 2011

Sosok Paman yang aku rindukan :')

Om atau paman adalah sosok yang menemaniku sejak kecil, dia salah satu adik laki-laki dari ibuku. Badannya tinggi dan sangat kurus, bisa dibilang postur tubuhnya cungkring. Sebenarnya aku punya dua om, karena ibuku adalah anak sulung yang memiliki dua adik. Tapi entah mengapa aku lebih dekat dengan bungsu dari ibuku :') Waktu aku dilahirkan, usianya kira-kira 17tahun, masih muda. Dari kecil aku memang sering diasuh olehnya, bukan berarti om Udi (adik kedua ibu) ngga pernah mengasuhku, dia tetap mengasuhku namun lagi-lagi aku tegaskan kalo aku lebih dekat dengan bungsu dari ibuku :')

Kedekatan aku dengannya sangaaaaaat dekat, bahkan aku merasa seperti memiliki sosok kakak laki-laki. Dulu ia bekerja di Jakarta, pulang ke Bandung seminggu sekali. Aku sangat mengingat kejadian ini kira-kira waktu aku kelas 4 SD, waktu itu ia pulang ke Bandung tapi hanya sebentar lalu kembali ke Jakarta lagi. Aku menangis, lalu aku menulis dalam diary "aaaah om anton mau balik lagi ke jakarta. aku gamau dia pergi pengen dia di Bandung. Aku nangis sampe-sampe aku kesogok pensil" ah dasar curhatan anak SD. Sosoknya memang hangat, dari kecil aku sering diajak jalan-jalan olehnya. Aku ingat, dulu ia memiliki teman yang bekerja di McD, om Yoyo namanya. Tak jarang aku dan adikku diajak menemui temannya itu, dan kami ditraktir es krim, betapa senangnya aku.

Saat SMP aku pertama kali memiliki ponsel, dan itu diberikan olehnya dengan merek Siemens S55. Itu adalah ponsel pertamanya karena ia membeli yang baru maka ponsel itu diberikan padaku. Betapa riangnya aku! Memiliki barang yang sangat aku inginkan. Namun suatu suatu hari, ponselku tertinggal dirumah. Aku santai karena tertinggal dirumah, yang penting ngga jatoh, pikirku. Pulang sekolah aku mencari dan ngga ketemu, mencari lagi, ngga ketemu juga. Aku menangis, aku ngga berani untuk bilang padanya kalau barang yang telah ia berikan hilang :( Lama kelamaan, ia mengetahuinya. lalu ia bilang "hp ilang ya? itu hp pertama om ko bisa sampe ilang, dirumah lagi. ga bisa jaga barang" jreeeengg! Aku sedih, kesal pada diriku sendiri semua bercampur. Aku merasa telah merusak kepercayaannya. Dasar ceroboh! Pikirku. Kejadian hilangnya ponsel sudah berlalu cukup lama, ia tetap sering memberikanku barang yang aku inginkan, mengajak jalan-jalan waaaaaahh senangnya! :')

Ia menetap di Bandung dan bekerja di PT Heinz ABC. Semenjak itu ia selalu memberikan bingkisan yang berisi produk ABC untuk keluargaku tiap bulannya. Isinya macam-macam, ada Mister Jussie, kecap, terasi, sirup, cappucini, ah pokonya banyak! Hahahahah dapet produk gratis, asyik kan? :> hihihi.
Usiaku menginjak 16tahun, dan pada akhir bulan Desember aku mengalami kecelakaan di Subang. Kaki kanan ku patah dan harus di operasi. 10 hari aku menjalani pengobatan tradisional, namun kaki ku tak kunjung membaik, akhirnya ayah, ibu dan keluargaku yang lain memutuskan untuk membawaku ke RS di Bandung. Ia menemaniku di rumah sakit, bersenda gurau, membelikan makanan dan ada kejadian yang menarik perhatianku. Saat itu ia dan om Udi menemaniku yang sedang menunggu giliran operasi. Bruder rumahsakit itu membawa kursi roda untuk mengantarkan aku ke ruang operasi, aku dan kedua om ku kaget "ngapain mas bawa kursi roda?" ucap om Udi, "kan buat bawa ade ini ke ruang operasi" dengan ekspresi datar, sontak aku dan kedua om ku tertawa "hahahah mas ada-ada aja ponakan saya kasur ke senggol aja sakit kakinya, gimana mau duduk dikursi roda. kan kakinya patah" ucap adik dari om Udi menambahkan. Sampai sang bruder kembali ke ruanganku, kami masih tertawa mengingat kejadian itu. Ah semakin rindu :')

Operasi selesai dan aku harus memakai tongkat selama 3bulan. Pergi ke sekolah pake tongkat, kemana-mana pake tongkat, haduuuuhh malu dan sangat menyiksa! Suatu ketika ia mengajakku ke PVJ, aku malu karena sebelumnya belum pernah ke mall pake tongkat sialan ini tapi akhirnya aku mau setelah dibujuk. Kami makan di Blitz cafe (eh kalo ga salah itu namanya). Tiba-tiba ada temanku menyapa, lalu mengajakku untuk menonton Club 80s yang tampil disana dan ia pun mengijinkan. Selesai menonton, aku melirik kearahnya masih disitu rupanya. Lalu aku berpamitan pada teman-temanku untuk pulang.

Kini ia telah menikah dan memiliki tiga jagoan kecil. Semenjak itu kami sangaaaaat jarang jaln-jalan bersama, wajar sih udah berkeluarga juga. Mana anaknya tida, masih kecil pula.  Terakhir ketemu kapan ya? Kalo ngga salah waktu Tante Seni melahirkan anak ketiga. woooo lama sekali :(

Haloo Om Anton, tau ngga? ica punya temen di kampus, dia miriiip banget mukanya sama om anton. makin kangen tau kalo ica liat dia. I miss you a lot! Wanna hug you! wanna have fun again with you! aaaaaaaa miss you a lot, Om Anton! :')