Segala Ini-Itu di DuaLima

August 19, 2016

Dua puluh lima. Angka itu identik dengan beberapa hal. Kedewasaan diri, kematangan, mandiri, dan gajian.

Jelas saya tidak akan membahas tentang poin terakhir. Hehehe.

Seperti perempuan pada umumnya, memasuki usia 25 tahun pasti ada perasaan aneh. Aneh kenapa kok udah dualima lagi. Rasanya baru duapuluh kemarin.

Juga ada perasaan banyaknya tuntutan. Tuntutan karir, sikap, cara berpikir yang harusnya bla bla bla, sampai yang paling nyaring terdengar adalah tentang berkembang biak. Eh, berkeluarga. Mungkin ini yang namanya Quarter Life Crisis kayak orang-orang bilang.

"Sebelum dua lima kamu bakal ngerasa deg-degan dan segalanya tampak banyak tuntutan, apalagi soal menikah. Entar kalau udah masuk dua lima, malah kamu bakal santai dan enggak ngoyo, ca" kata seorang teman yang usianya cukup jauh dengan saya.

Hhmmm.. Mungkin iya sih. Pelan-pelan saya mengalaminya dengan takaran yang naik turun. Sebelum memasuki dualima tiga hari lalu. Atau tepatnya, sebelum ada yang datang kembali setelah setahun berlalu.

Sesekali merasa santai se-santai-santainya pada apa yang saya jalani. Terkadang fokus pada cari-uang-banyak-yang-entah-nanti-buat-apa dengan tujuan yang masih ngawang-ngawang.

Dan (pada masa itu) sering kali merasa masa bodo dengan sesuatu yang berbau hubungan-serius-sampai-menikah-dan-berkeluarga. Masa bodo dengan tradisi menikah di anak pertama, perempuan, yang tidak boleh dilangkahi oleh adik-adiknya.

Meski takarannya naik turun, harus ada daftar life goals saat mencapai dualima. Hahahaha! Life goals. Hhhmmm..

Punya penghasilan sendiri (tapi sering mengeluh)

Menikmati hidup sendiri di perantauan (tapi sering mengeluh)

Membahagiaan orang terdekat (tapi sering merepotkan)

Tertawa sesukanya (tapi sering ditegur orang)

Dan berkembang biak. Eh, berkeluarga. (tapi.. eh tapi apa ya hahahaha!)

Sampai di perjalanan seperempat abad ini, perlahan saya memahami, semua orang punya life goals masing-masing. Tidak bisa disamakan, apalagi dibanding-bandingkan.

Sesederhana cara berpikir seseorang yang tidak bisa diukur dari usia. Juga 'kegilaan' sikap yang ada dalam diri.

Mari saling menghargai, tanpa menyamakan tujuan hidup masing-masing orang.

Selamat dualima! Mari Berbahagia!













Jakarta, 19 Agustus 2016
Ngantuk pengen tiduran di kosan aja.

You Might Also Like

0 komentar

Teman-teman

Popular Posts

Part of