Friday, January 8, 2016

Mengenal Cerita Si Pitung dari 3 Versi

Siapa tidak kenal tokoh Si Pitung? Ia adalah orang betawi asli yang pintar mengaji dan bela diri. Menurut sejarah, tokoh yang bernama asli Solihun ini berasal dari Rawa Belong dan jago silat cingkrik.

Pada jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1890, Pitung ramai dibicarakan karena sering menjarah harta orang kaya dan membagikannya pada fakir miskin. Namun versi orang pribumi, Pitung adalah pahlawan. Mana yang benar?

Menurut Moch. Ridwan warga asli Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, ada 3 versi cerita tentang Si Pitung yang beredar di masyarakat sekitar. Yakni versi orang Belanda, Cina dan Indonesia.
Rumah panggung di Marunda, Jakarta Utara, yang menjadi perlambang tempat tinggal Si Pitung

"Kalau versi kita orang pribumi, Si Pitung ini Robin Hood-nya Indonesia. ngerampok tuan tanah dan orang kaya, lalu dibagikan ke fakir miskin," cerita Ridwan

Menurut orang Cina, lanjut Ridwan, Pitung adalah pahlawan orang Cina karena dulu terjadi pemberontakan etnis tionghoa di kali yang sekarang menjadi kawasan Angke.

"Sebagian masyarakat Cina itu diselamatkan sama Pitung. ada yang dibawa ke depok, kota dan bekasi. karena pitung wilayahnya luas," tambah Ridwan.

Lain lagi dengan versi Belanda. Mereka menganggap sudah jelas kalau Pitung adalah orang jahat yang harus ditangkap dan dihukum mati, karena mengganggu stabilitas keamanan. Konon, ada bukti yang mengatakan muncul surat kabar Hindia Belanda, Pitung ditembak mati oleh Snoop Heiner, itu benar adanya.

"Dia polisi yang fokus ke kejadian pitung pada saat itu. sampai ditembak mati dan jenazahnya dibawa ke penjaringan, dikubur tanpa nisan supaya gak banyak yang tau karena penjahat besar," jelas Ridwan.

Wisata 'Kekinian' Di Farm House Lembang

Pernah mendengar serial film The Lord of The Rings (LOTR)? Film Hollywood yang diadaptasi dari novel ini sangat populer di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Lokasi syutingnya yang berada di Auckland, Selandia Baru pun menjadi destinasi wisata bagi para penggemar Frodo dan kawan-kawan.

Salah satu yang menjadi ikon adalah perkampungan para kaum Hobbit. Nah, bagi Anda yang ingin 'bertamu', tidak perlu jauh-jauh ke Selandia Baru. Cukup datang ke kota kembang, Bandung.

Para kaum Hobbit seakan 'pindah' ke Lembang, tepatnya di Farm House. Banyak orang yang datang untuk berfoto di teras rumah teman dari Frodo ini. 

Farm House kini menjadi objek wisata baru bagi warga Bandung dan sekitarnya. Salah satu yang menjadi pusat perhatian dan populer di sosial media adalah rumah Hobbit ini.

Pertama masuk ke area ini, Anda bisa langsung membeli tiket masuk seharga Rp20 ribu. Tikert tersebut dapat ditukar dengan satu gelas susu murni atau sosis bakar. Ditambah Rp5 ribu untuk biaya parkir motor dan Rp10 ribu untuk roda empat.



Begitu memasuki bagian dalam, rumah Hobbit yang terletak di aera Petting Zoo langsung terlihat. Apalagi saat musim liburan, berbondong-bondong orang mengantri untuk berfoto di teras depan. Warnanya oranye dengan pintu bulat hijau, ukuran yang kecil dan atap yang hampir setinggi orang dewasa pasti sangat instagramable

.

Di sisi lain, Anda bisa menemukan banyak titik dengan arsitektur bergaya Eropa nan cantik. Seperti air terjun buatan, pedestrian yang asri dengan kiri-kanannya dibatasi dinding terbuat dari bagian akar pepohonan, dilengkapi beberapa tempat duduk dari kayu berpelitur yang nyaman. Ada pula rumah tradisional bergaya Eropa, sangat cocok dengan udara Lembang yang sejuk. Tempat-tempat ini menjadi sudut yang sangat genic untuk difoto dan tidak lupa, selfie!



Sesuai dengan namanya, tempat wisata yang ini mengajak Anda untuk bertani dengan tata pedesaan ala Eropa. Anda juga bisa menyewa kostum tani khas Eropa klasik lengkap dengan topi dan payungnya. Kostum ini disewa dengan harga Rp75 ribu per 2 jam, Anda bisa berkeliling mencari titik foto yang paling bagus dan sesuai dengan kostumnya.

Anda juga bisa berfoto dengan hewan kecil yang dapat dipegang seperti iguana, anak landak, dan sugar glyder. 

Bagaimana? Ingin tampil eksis? Yuk kunjungi Farm House di Jl. Raya Lembang No. 108, Cihideung, Lembang, Kabupaten Bandung.

Murah Meriah Jakarta - Bandung Cuma Rp12 ribu!

Moda transportasi kereta api menjadi pilihan bagi Anda yang ingin bebas macet saat berpergian. Apalagi di musim liburan seperti sekarang. Bahkan, kemacetan hebat terjadi di ruas tol dalam kota sampai Cikampek beberapa hari lalu. Jakarta - Bandung yang biasa ditempuh hanya 2-3 jam, saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin bisa mencapai 12 jam.

Nah, bagi Anda yang sudah merencanakan liburan ke Bandung, tentu ingin bebas macet dan kantong tidak jebol. Sudah pernah mencoba cara murah meriah dengan mengeluarkan ongkos Rp12 ribu?

Caranya dengan melakukan dua kali perjalanan menaiki kereta lokal rute Jakarta Kota - Purwakarta, lalu dilanjut Purwakarta - Bandung. Saya mencoba cara unik ini pada Jumat, 25 Desember 2015 lalu.

Dari Stasiun Jakarta Kota menuju Purwakarta, ada dua kali perjalanan. pertama jam 10.15 kedua 12.45. Untuk dilanjutkan ke Bandung, diharuskan memilih jam pertama karena kereta dari Purwakarta menuju Bandung berangkat pukul 13.40.

Tiket bisa langsung dibeli pada loket Stasiun Jakarta Kota dekat pintu utama. Loket baru dibuka 1 jam sebelum keberangkatan. Ongkosnya, cukup Rp6 ribu.

Sambil menunggu kereta datang, Anda bisa melihat arsitektur stasiun Beos, nama lain Kota, yang bergaya Eropa. Suasana stasiun saat itu cukup ramai, didominasi oleh orang-orang yang ingin berlibur bersama keluarga dan orang terdekat.


Setelah kereta datang, penumpang yang sudah menunggu dipersilahkan untuk memasuki gerbong. Meski pada tiket tertulis nomor kursi, tetapi sebenarnya penumpang bebas duduk dimana pun, tidak harus sesuai nomor kursi.

Suasana kereta saat itu cukup penuh, ini karena bertepatan dengan hari libur nasional. Jangan khawatir soal udara, setiap gerbong sudah dilengkapi dengan pendingin udara.

Perjalanan dari Kota menuju Purwakarta ditempuh sekitar 2 jam 30 menit. Setelah sampai di Purwakarta, segera membeli tiket lanjutan menuju Bandung dengan relasi kereta Purwakarta - Cibatu yang berangkat pukul 13.40. Harganya masih sama, hanya Rp6 ribu,

Untuk sampai di Bandung, Anda bisa turun di antara dua stasiun, Kiaracondong pada pukul 17,12 atau Bandung pukul 16.30. Jadi, waktu tempuh perjalanan Anda dari Jakarta menuju Bandung sekitar 7 jam. Meski lama, namun cara ini cocok untuk Anda yang senang berpetualang.

Cara yang sama juga bisa digunakan bila dari Bandung menuju Jakarta. Anda bisa berangkat dengan kereta relasi Cibatu - Purwakarta dari stasiun Bandung pukul 08.25 atau Kiaracondong pukul 07.40. 

Diperkirakan sampai di purwakarta pukul 12.06. Setelah itu Anda bisa langsung beli tiket menuju Jakarta yang dijadwalkan berangkat dari purwakarta - jakarta 14.00. Anda bisa turun di stasiun Pasar Senen atau Kota.

Hal yang harus diperhatikan adalah perjalanan ini bisa berlangsung bila kereta tidak mengalami keterlambatan.

Bagaimana? Masih ada cara murah meriah untuk pergi ke Bandung, kan?