Memaknai Perjalanan

June 18, 2015

"Every corner tells you different stories," Mocca - Bandung

Hari itu saya jalan-jalan bersama sepeda motor kesayangan. Menikmati sejuknya udara Bandung -meski memang tidak seperti dulu-, lalu lintas yang cenderung ramai lancar, nyanyi sepanjang perjalanan dengan eraphone melekat di telinga. Sejak merantau, ini seakan menjadi ritual saya setiap pulang ke rumah.

Tapi, dikepulangan saya minggu ini, ada rasa yang sangat berbeda.

Iya, sudah lama saya tidak menikmati kota ini bersama dia, orang yang saya kenal sejak 2010 lalu.

Setiap tikungan jalan seolah bisa bercerita,

Bagaimana saya dan dia tertawa bersama mengulang kalimat yang selalu saya ucapkan padanya setiap lewat tempat itu.

Bagaimana isengnya dia yang selalu mengendarai motor dengan kemiringan sekian derajat dan bilang 'skill individu' sambil mengepalkan tangan.

Bagaimana saya dan dia pernah berada di kondisi keuangan mencekik tapi ingin makan enak. Pada akhirnya beli nasi goreng dengan taburan daging di salah satu kafe, satu piring berdua. Bukan karena romantis, tapi kere.

Bagaimana saya dan dia punya tempat ibadah favorit.

Bagaimana saya mengajak dia untuk pertama kali donor darah.

Bagaimana dia memberi kejutan di hari ulang tahun lewat jendela kamar

Bagaimana dia tertawa mengingat saya yang 'ngiler' setiap lihat sarden

Bagaimana saya dan dia menjelajahi jajanan yang tersebar di kota ini.

Dan, bagaimana dia mengajak saya ke suatu taman kota kemudian mengulang pertanyaan yang jawabannya saya tunda sehari sebelumnya.

Dari jarak waktu hampir tiga tahun, mungkin bukan hanya tempat ini yang bisa bercerita. Ibukota yang penuh sesak, kota hujan dan tempat ayah dan ibunya tinggal pun sama.

Sesekali saya membenci tempat itu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini semua perjalanan yang saya dan dia lalui sampai sekarang.


Entah akan seperti apa perjalanan ini, saya punya satu keyakinan, tidak ada yang bisa membuat saya berhenti percaya doa. Tuhan Maha Baik, Maha Segalanya.


i can take it, i will wait..

You Might Also Like

0 komentar

Teman-teman

Popular Posts

Part of