Geliat 'Tukang Kain' di JFW 2015

December 02, 2014

Membuka Jakarta Fashion Week 2015 hari keenam, Kamis, 6 November 2014, Obin lewat BinHouse menampilkan rancangan busananya dengan tema Aku Adalah Indonesia.
 
Dengan tema tersebut, Obin yang mengaku sebagai Si Tukang Kain ini memamerkan karya-karya kain Indonesia yang sangat indah dan beragam. Kecintaannya pada kain dan Indonesia tergambarkan dari semua rancangannya. Mulai dari ikat, tenun hingga batik.

"Kita brangkat dari kain baru sampai baju, jadi jangan dibalik. Kain semuanya make by hand. Dibikin dari hati," kata Obin dalam jumpa persnya di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis, 6 November 2014.

Ia menambahkan, Indonesia adalah cerminan diri. Hal itu tergambar dari cara berpikir, makan, perspektif tentang sesuatu, warna, bentuk gerakan, dan lagu. Elemen terakhir, yakni lagu, sangat penting bagi diri Obin.

Wanita bernama lengkap Josephine W. Komara ini membagi 49 rancangannya jadi 4 sekuen dengan tema lagu yang berbeda-beda. Namun tetap nuansanya serba menggambarkan tentang cinta.

"Saya selalu turun langsung saat gladi resik buat menceritakan ke model lagu ini tentang apa. Supaya mereka bisa membayangkannya," jelas Obin.

Sekuen pertama, menampilkan kain-kain simpel yang diikat dibagian pinggang. Warnanya dominasi gelap seperti coklat. Para model terlihat melenggak lenggok dengan sanggul di kepalanya dan selendang di leher sambil tersenyum malu-malu. Ini untuk menggambarkan perasaan jatuh cinta, ditambah alunan musik Prancis yang sangat romantis.

Sekuen kedua, para model tidak lagi berjalan lurus, kaku dengan sepatu hak tinggi. Semua serba santai, tertawa lepas, bahkan menari di atas runway. Di sini, Obin ingin menekankan unsur fun dan gembira lewat lagu Apanya Dong dari Titiek Puspa. Busana yang ditampilkan pun sangat Indonesia. Atasan dengan siluet longgar berwarna putih, rok selutut berwarna biru putih, dan jumpsuit berwarna merah dan biru sangat indah.





Sekuen ketiga, Obin masih menampilkan unsur cinta. Lewat lagu Adele yang dibuat menjadi keroncong, busana siap pakainya terlihat sangat indah dengan dominasi warna gelap.

Pada sekuen keempat, puncak tema Saya adalah Indonesia tergambar dari selendang berwarna merah putih yang dibawa oleh model dengan kain coklat dan blus putih. Setelah itu, busana lainnya hadir dengan warna tabrak lari namun tetap senada. Hijau menyala, shocking pink, kuning, biru. Semua menggambarkan Indonesia.

"Pada dasarnya menurut kita model busana ini paling cocok dengan orang kita. Tergantung acara ada yang formal dan fun," jelas Obin.

Ia pun menambahkan, kain yang dililit menjadi rok berdasarkan kebiasaan orang Indonesia yang senang memakai kain dan sangat nyaman.



Tentang kain
Dalam peragaan busananya kemarin, Obin enggan disebut semua rancangannya sebagai koleksi. Menurutnya itu sangat menggambarkan Barat.

"Kita ngga bilang ini koleksi. Itu sangat barat. Indonesia ngga punya season, we all season," tegas Obin.

Ia menambahkan bahwa warna Indonesia sangat beragam. Tidak bisa disamakan dengan luar. Bila memang sedang musim warna oranye, Obin melanjutkan, belum tentu warna itu cocok untuk desain kainnya.

"Kita kan indonesia. Semua warna ada," tambahnya.

Desainer yang sudah berkarya sejak 1986 ini konsisten dengan desain kebayanya. Aksen selendang yang digunakan saat JFW bermakna aksesoris karena setiap orang pasti menggunakan aksesoris.

You Might Also Like

0 komentar

Teman-teman

Popular Posts

Part of