Monday, November 25, 2013

9.51 PM

Sedang berada di titik paling rendah.
Unmood dalam segala aspek.
Seperti harus pergi atau keluar dari fase ini.
Ini adalah fase paling susah, menurut saya.
Lebih susah dibanding ngerjain skripsi.

"Ini bukan soal pintar atau bodoh, Caming. Ini soal mental" - Fian.

Welcome to the real world, ca.
Jangan pernah patah semangat, kalau segini aja udah ciut, berarti emang mental kamu itu jelek, dong?

Friday, October 25, 2013

11.33 AM

Ketika barang kesayangan saya hilang, saya merasa sangat bodoh. Teledor, ceroboh, apapun itu namanya. -Padahal saya sudah punya niat kalau saya tidak akan menggantinya sebelum mendapatkan pekerjaan- Lalu saya tersadar, "oh, kamu kurang beramal ca. Dan kurang bersyukur atas apa yang kamu punya. Pantesan aja HP kamu ilang" gumam saya. Benda itu memang lemot -untuk seukuran ponsel pintar- saya selalu mengeluh tanpa saya sadari banyak kemudahan dalam berkomunikasi yang diberikan. Ketika hilang -di tempat yang menurut saya tidak pantas ada pencurian meskipun pencurian tidak pantas dilakukan dimana pun- saya kesal. Kesal pada diri saya sendiri dan orang yang memanfaatkan keteledoran saya di sebuah acara jobfair.

Dua minggu yang lalu, baru lah saya merasa bersyukur dengan hilangnya benda kesayangan saya itu. Bersyukur karena saya bisa mengurangi kadar ke-sok detektif-an saya dengan cukup drastis. Atau bahasa enaknya, kepo. Untuk buka jejaring sosial, saya harus nebeng HP orang, atau laptop kesayangan ini.

Yaa, karena rasa ingin tahu yang berlebihan itu membuat efek yang sangat cukup berlebihan buat saya. Semakin pesimis dan minder.

Tuesday, July 23, 2013

Ego

"Iya, si Ica cuma bisa bikin cerita orang lain bahagia, tapi buat dirinya sendiri ngga bisa. Hahaha."

Kalimat yang sering saya utarakan ketika saya masih sering menjadi kurir untuk orang-orang yang sedang jatuh cinta. Dengan kondisi saya yang kurang lebih sama. Tapi, ah itu cerita lama. Hahahaha.

Bagaimana dengan saya saat ini? Apa keadaan masih sama?
Untuk hal 'kurir' mungkin sudah pensiun. Pensiun dengan sendirinya. Mungkin karena saya lelah, atau bisa dibilang kapok.

Tapi seiring berjalannya waktu, saya menyadari kalau cerita bahagia bukan hanya soal percintaan. Tapi ada hal lain yang bisa membuat bahagia, bahkan lebih dari soal hati. Walau tidak bisa dipungkiri hal itu juga berpengaruh, gitu. Muehehehe.

Contoh besarnya adalah menjadi seorang Sarjana Ilmu Komunikasi di tanggal 8 Juli 2013 satu minggu yang lalu. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari membuat orang tua bahagia. Anak sulungnya yang sering ngga ada di rumah ternyata bisa juga punya gelar. Terimakasih Ya Allah. Semoga manfaat. Aamiin.

Pertemanan. Saya sangat percaya jika teman itu mahal. Kecocokan dalam bercanda adalah hal yang sangat susah didapat. Namun saya tidak mendapatkan hal itu di dalam lingkungan saya. Hal bodoh namun menyenangkan itu sangat ngangenin. Yah, begitu :')

Hehe. Saya bahagia bersamamu. Semoga kamu juga. Sering kali kamu menimpali dengan kalimat "sok-sok ngerasa sendiri gitu." setiap saya bilang "semoga kamu juga".

Kebersamaan kita hampir 13 bulan. Saya tidak pernah menyangka bisa sampai angka segitu. Bahkan, bisa menemanimu saja sangat jauh dari angan-angan. Tapi saya tidak bisa membohongi diri, jika saya merasa senang dan bersyukur. Semoga selalu ada hal baik untuk kita dalam perjalanan yang ujungnya belum diketahui. Aamiin.

Saya sedang dalam tahap membuat cerita bahagia versi saya dan untuk saya. Bukan lagi untuk orang lain. Namun jika cerita bahagia saya membuat orang lain bahagia juga, anggap saja itu sebagai bonus.

Terkadang, kita perlu kan menyayangi diri sendiri? :)

Friday, May 31, 2013

3.33 AM

Bandung, 31 Mei 2013

Akhir-akhir ini bumi berputar lebih cepat dari biasanya, ya? Iya saya tau itu hanya perasaan saya.
Perasaan yang campur aduk. Rumit seperti bola kusut yang ujungnya tidak diketahui.
Berlebihan ya? Biarkan saja. Anggap saya, si Riska Herliafifah yang sedang meracau ditengah mampetnya otak yang nyatanya cuma segini. Bukan anggap deng, tapi memang iya. Pft!

Ya, begitu. Anggap ini sebagai proses kedewasaan diri. Bagaimana sosok seorang Riska Herliafifah yang panikan, susah fokus, pemalas, dan tukang ngelamun berubah menjadi kebalikan dari itu. Setidaknya sampai fase ini selesai.

Jangan sampai mengkhianati diri sendiri dengan tidak menepati janji yang kamu buat untuk diri sendiri, Riska.

Bisa kok, ya! Iya.

(banyak banget ya kata 'ya'-nya? hahahahaha iya eror iya iya)

Thursday, May 2, 2013

Pertemuan Tujuh Tahun Lalu

Banyak orang bilang, jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi saya, jatuh cinta pada pendengaran pertama. Itu yang saya alami 7 tahun yang lalu, sekitar 2006.

Telinga saya dipertemukan dengan lagu-lagu mereka oleh Ibu. Iya, Ibu saya yang bernama Sisilia Herjanti seorang guru Sekolah Dasar. Ia biasa mengajari muridnya menyanyikan lagu-lagu yang memang diperuntukkan anak-anak. 

Sampailah ia membeli kaset album MoccA yang jadi Original Soundtrack film Untuk Rena. Saya juga bingung, "kok ibu bisa nemu lagu kayak beginian. Ngga seperti seorang ibu pada umumnya". Kebiasaan Ibu kalo sedang sangat menyukai lagu, pasti diputer pagi siang sore malem. Apalagi Hari Minggu. Dan Ibu juga melakukannya pada lagu-lagu MoccA. Disitu saya mulai jatuh cinta.

Jujur, bahasa Inggris saya pabalatak. Dari mulai artikulasi, mengerti, dan paham. Di lagu-lagu MoccA saya belajar. Me And My BoyFriend lagu yang menurut saya paling susah. Ini lagu kok cepet amat. Bahasa Inggrisnya susah pula. Itu yang ada dalam benak saya. Tapi saya terus menyanyikan dengan nada seadanya. Hahahaha. Yang penting pengucapan dan artinya! :p

Saya mulai mencari tau tentang Band indie ini. Personilnya, ceritanya, lagu-lagunya. Sampai kelas 1 SMA, saya belum pernah nonton penampilan MoccA secara langsung. Penasarannya pake banget! Pada akhirnya mereka manggung di PVJ tahun 2007, lupa acara apa. Kayak peluncuran mobil atau semacamnya lah. "Ooh itu Toma, itu Indra, itu Riko, itu Arina" saya seperti sedang meng-absen. Saya tersenyum bahagia. Seperti menemukan kotak musik.

Hari-hari berikutnya, saya mencari setiap event yang diisi oleh MoccA. Dapat bocoran, mereka mengadakan Secret Show di Saung Angklung Udjo tahun 2008. Tanpa ragu, saya mendaftarkan diri bareng teman dekat saya Bayinun dan Tiffany beserta pacarnya saat itu. 

Saya baru tau kalo yang bikin acaranya adalah Swinging Friends, fans grup MoccA. Satu minggu setelah acara itu, saya dan Tiffany dengan nekatnya ke Jalan Sidomulyo, tempat kumpul mereka. Tentu setelah ngobrol-ngobrol sebelumnya. Di sana saya bertemu dengan A Agung, Teh Iwuth, Nia, Om Pram, Mimi, Echi, Faris. Mereka semua senior, hanya saya dan Tiffany yang masih SMA Hahahaha :p 

Pertemanan kami berlanjut hingga hari ini. Swinging Friends bertambah banyak! Sampai ada kontingen dari berbagai kota. Menyenangkan!

Sampai hari ini, saya selalu berusaha datang setiap mereka ngamen dari panggung ke panggung. Sunday Afternoon, Last Show, Radio Show, Konser Dear Friends, sampai acara-acara kampus yang ada MoccA-nya saya datengin! Trias Politica acaranya FISIP UNPAD, Beyond Imagination acara TRY OUT anak SMA yang diadain sama Telkom. Dan biasanya, saya jarang bayar kalo nonton, keseringan gratis :p kecuali sekarang-sekarang, karena Arina menetap di Amerika dan pulang ke Indonesia hanya sesekali. Kalo ada event, pasti bayarnya muahal. Gapapa sih, mumpung lagi pulang kan? :)

Sering dikasih tau sama temen "Ca, kamu bisa kali nonton gratis. Pake kartu pers. sambil liputan" tapi saya paling ngga mau nonton MoccA pake kartu pers dan sambil liputan. Saya hanya ingin menjadi penonton, menikmati musik dan penampilannya :)

Mocca itu guru bahasa inggris saya.
Mocca itu pelipur lara saya.
Mocca itu pengisi hari-hari saya.
Mocca itu, moodbooster saya.

Terimakasih sudah mengisi hari-hari dengan lagu kalian yang lebih dari istimewa. Semoga selalu riang, ceria dan penuh semangat. Saya tetap menjadi penggemar setia kalian, terutama Riko Prayitno :p muehehehe :')

Thursday, April 25, 2013

Usang

Tempat ini seperti kotak memori yang sudah lama tidak disentuh.
Usang.
Banyak jaring laba-laba.
Berdebu.

Terlalu banyak hal yang dilewati sampai hari ini.
Didominasi oleh si tugas besar dan tetek-bengeknya.
Juga kamu.
Sabtu nanti, masuk level sepuluh.
Si April, hampir menyerupai Desember. Untung hanya serupa.
Tidak menuruti. Kalau iya, dia bulan kedua yang aku benci.
Haha. Tapi, memang April ini aneh. Isinya ngga karuan.
Terutama minggu ini.
Kadar linglung, ceroboh dan kurang konsentrasi dari seorang Riska Herliafifah naik.
Mungkin beban dari tugas besar itu terlalu berat.

Haaaahh.. Ngereta, yuk! Hmpft!

Wednesday, January 16, 2013

#10 - Tulisan Kedua, Tentangnya

Ini tulisan kedua saya tentang dia. Dia yang sangat saya rindukan.

Lama sekali saya dan dia tidak bertemu. Yah, karena kesibukannya dan kehidupan baru yang dia jalani sejak 2008 lalu. Jujur, saya merasa sangat jauh dengannya. Dulu ya, kami sering sekali bareng-bareng. Ya makan, nonton, ngobrol, ketawa-ketiwi, ngobrol panjang lebar, main scrabble sampai larut dan masih banyak lagi.

Dulu juga, dia hanya bermain dengan saya dan kedua adik saya. Tapi saya merasa, dia hanya milik saya seorang. Egois memang. Sejak dulu, saya memimpikan sosok kakak laki-laki dan itu ada pada dirinya. Ya, mungkin saya menjadi bergantung padanya.

Kini, dia sudah memiliki kehidupannya sendiri bersama pendamping hidupnya dan tiga jagoan satu putri manis. Lucu ya, dulu dia ngasuh keponakannya, sekarang anaknya sendiri. Dan kini, saya tidak bisa egois lagi.

Om Anton, Ica udah mau nyusun skripsi loh. Ceceritaan lagi yuk! Main scrabble lagi yuk! Nonton bareng lagi yuk! Makan bareng lagi yuk! Berdua aja. Kita kencan! :) Tapi itu juga kalo om ada waktu luang. Ica kangen, om.


#30HariBercerita #AkuDanPamanKesayangan

#9 - 7:55 PM

Jika kotak kecil itu bisa bicara,
dia akan menceritakan dengan detil.
Eh, dia memang tidak bisa bicara,
namun merekam per kalimat,
per cerita,
antara aku dan kamu.

Maka, ketika aku membuka kotak kecil itu lagi,
malam ini,
percakapan masa itu kembali membuatku tersenyum simpul,
senyum malu-malu.

diawali dengan pertemuan sederhana,
tiga tahun lalu.
Pertemanan - persahabatan - permusuhan - pertemanan kembali - dan kini.
Alurnya memang seperti film televisi yang mengisi layar kaca.
Aneh,
tidak diduga,
lucu.

Yah, Tuhan Maha Baik. Maha Segalanya :)

#30HariBercerita #Us

Thursday, January 10, 2013

#8 - 8.17 PM

Sedang rindu dengan hal-hal ini.

Pantai,
kereta,
hohoh,
sawah,
mood menulis,
kebersamaan,
mereka,
donor darah,
klappertart,
nonton dvd,
perjalanan.

Ketika mood menulis sedang berada dititik rendah hmpft! #30HariBercerita 




Monday, January 7, 2013

#7 - Kangen


Surat untuk temanku yang lebih dari sekedar teman.

Aku berada dipojok. Duduk (berusaha untuk) manis bersama kentang lima ribuan dan cola float. Aku menyapu pandangan, mengelilingi restoran cepat saji ini. Sampai akhirnya mataku enggan pindah dari dua siswa SMA diujung sana.

Mereka berdua mengenakan seragam batik. Terlihat kalau mereka berasal dari sekolah ternama. Bukan itu yang perhatikan, tapi kebersamaannya. Kamu tau? Aku merindukan kehangatan seperti yang mereka lakukan. Bermain bersama, canda tawa, saling cerita.

Hampir tiga tahun kebersamaan kita jarang lagi hadir. Aku sibuk dengan duniaku, kamu juga. Mungkin untuk soal ini, aku yang terlalu dalam terlibat di tempat yang aku sebut hutan. Tak jarang kamu kesal, marah, badmood gara-gara aku yang selalu tidak bisa kamu temui dengan alasan "maaaaf aku ada rapat jam segitu mah :(" atau "aku ada kuliah :|" daaaaaan masih banyak lagi.

Aku kangen pulang-pergi sekolah, kamu yang jalan bareng pacarmu tapi selaluuuu aku disuruh ikut, hasilnya aku seperti nyamuk. Pulang sekolah memutuskan jalan kaki demi hemat ongkos, tapi kenyataannya malah boros gara-gara mata kita ngga kuat tiap liat tukang dagang, nginep dirumah adi terus pulang2 dimarahin, kerumah bisa sampe sehari 3x, pendaftaran kuliah bareng, berantem yang ngga penting waktu kelulusan, nonton band favorit bareng. Kamu inget ngga pernah bilang gini "dulu kita bela2in banget ya nonton mocca di sabuga cuma berdua lagi. Padahal tiketnya mahal". Terus pernah bilang juga "kita nonton bangku taman pas pertama kali mereka manggung berdua ya. Terus endah n rhesa juga".

Hei gembrot, kamu tau? Ada kalanya kita berjalan bersebrangan terlebih dahulu untuk menggapai cita-cita yang kita inginkan, lalu kemudian bertemu kembali untuk saling cerita, apa dan bagaimana perjalanan kita selama ini. Selama kita tidak jalan beriringan. Nanti akan ada masa di mana aku menjadi apa dan kamu menjadi apa. Apa disini adalah sesuatu yang kita impikan.

Lebay sih, tapi emang ini yang aku rasain. Memang harusnya ada waktu sebentar untuk bertukar cerita, tapi itu yang sangat jarang. Untuk soal itu, aku sangat minta maaf.

Jangan terus bersikap kekanak-kanakan seperti sekarang ya. Masa dari SMA ngga berubah? Ini juga buat kebaikan kamu kok. Maaf kalo aku menggurui, ngga ada maksud kayak gitu. Maaf lagi ya, kalo.. Kalo.. Yaaa begitulah. Mau apapun keadaannya, kamu tetap teman baik aku. 6 tahun mungkin waktu yang cukup lama untuk sebuah pertemanan. Tapi aku ingin lebih lama lagi. Sampai nanti. Sampai aku dan kamu sudah membentuk keluarga kecil bersama lelaki impian kita masing-masing. :)




                        salam rindu,
                   Riska Herliafifah :)


#np mocca - friends

#6 - Injury Time

Delapan hari lagi,
sisa waktumu untuk menyelesaikan tugas besar.
Tugas yang sudah kamu undur
selama dua tahun.
Aku tau kamu bisa,
lingkunganmu pun beranggapan sama.

"Nggak tau, akhir-akhir ini fokusku kesana terus, ngga ada niat main. Baguslah"
Kalimat itu keluar darimu tadi sore.
Aku senang mendengarnya.

Yah, menurut pengalamanku,
memang saat-saat injury time orang baru benar-benar bisa fokus.

Semangat, ya!
Ayah sama Ibu nunggu kabar baik dari kamu :)

Sunday, January 6, 2013

#5 - Donor Darah, Yuk!

Ada yang takut sama jarum suntik? kalau begitu sama, akupun. Tapi jadi ketagihan semenjak dua tahun lalu. Bukan, bukan jarum suntik semacam "ngobat" ya. Ketagihan jarum suntik di sini maksudnya adalah donor darah. Agak aneh mungkin bagi sebagian orang ada yang senang sekali donor darah, dan bakal sedih kalau ternyata ngga bisa buat donor. Dan itu aku.

Donor darah rutin aku lakukan sejak dua tahun lalu. Awalnya penasaran, kayak apa sih rasanya ada bagian dari tubuh yang dikeluarkan terus diberikan untuk orang lain. Awalnya memang sakit, jarumnya sebesar isi pensil ukuran 0,7 kira-kira, entah lebih besar lagi. Malah nakutin ya? Hahahaha :p

Ada syarat buat ikutan donor darah, intinya sih sehat. Berat badan diatas 47kg, Hemoglobin minimal 12,5, jangan begadang, jangan banyak pikiran, jangan minum obat selama tiga hari dari waktu donor (koreksi ya kalau ada yang salah wehehehe).

Selama ini, aku ngga pernah ditolak buat donor darah. Badan gempal begini ya masa ngga bisa donor? Ngga sehat dong? Itu yang ada dipikiranku. Hahahah agak sombong sih. Tapi, sejak beberapa minggu lalu, aku ditolak sama petugas PMI. "HB-nya kurang. Minimal 12,5 ya. Kamu masih 12,3" Kata mbak-mbaknya. Raut wajah agak kaget, baru kali ini nggak bisa donor gara-gara HB-nya kurang. "Hahahaha berat 48kg tapi ngga sehat. Mending mana 55kg tapi sehat terus bisa donor?" Anak itu ngomporin, biasalah.

Daaaaan sampai sekarang. Malah makin turun jadi 11,7. Sedih banget deh asli. Katanya aku kurang vitamin B12. Kecapekan, kurang tidur, kurang makan sayuran. Sampai-sampai dibeliin multivitamin sama Bapak tercinta. 10 hari lagi, mau coba donor, siapa tau udah normal lagi! Hihihi

Buat yang takut sama jarum suntik, beranikan diri buat donor yuk! Bikin sehat, loh! Coba aja, toh buat kemanusiaan juga. :) Oiya, jangan khawatir takut pingsan, abis donor dapet penggantinya kok. Makanan :p

Friday, January 4, 2013

#4 - Favorit

Halo, kamu! Sudah lama kita tidak melakukan perjalanan bersama,
nyaris tujuh bulan.
Apa kabar? Apa kamu masih dingin?
Masih dengan teman setiamu yang tidak berekspresi itu?
Seharusnya begitu.

Aku rindu.
Rindu dengan perjalanan yang dulu kita lakukan,
meski hanya berjarak tiga puluh kilometer,
tapi kamu memberi aku kesempatan untuk melihat pemandangan kesukaanku.
Hamparan sawah yang hijau, sungai, pegunungan.

Aku ingin melakukan perjalanan bersamamu lagi.
Tapi, aku ingin mengajak dia untuk pergi bersama, boleh?
Dia, si tuan pelukis cahaya.

Aku juga punya impian bersamamu di belahan dunia yang lain.
Melakukan perjalanan keliling Eropa.
Ditemani udara dingin, hohoh kesukaanku, hujan, dan segelas milo hangat.
Pasti kamu di sana dengan kamu di sini berbeda.
Tapi walau begitu, kamu tetap menjadi favoritku sejak kecil,
kereta! :)

Tetap menjadi transportasi kesukaanku, ya. :)

Thursday, January 3, 2013

#3 - Lima Tahun Lalu

3 Januari 2013

Lima tahun lalu, 3 Januari 2007 jam empat sore aku memasuki ruang operasi. Operasi patah tulang akibat kecerobohanku saat mengendarai sepeda motor. Kalau ditanya "Kenapa ca jatohnya?" aku antara malu sama bingung menceritakan mulai dari mana. "Ha? Hahahaha iyaa jadi aku nabrak tembok gitu pas dibelokan. Tembok kuburan, kuburan nenek aku wehehehe" Kataku tertawa bego.

Sudah lama memang, lima tahun lalu. Tapi, besi yang bentuknya mirip penggaris itu masih aja anteng berada didalam tulang pahaku. Harusnya kata dokter dicabut setelah dua tahun wehehehe. Bandel ya.

Pengalaman masuk ruang operasi, dibius, luka jahitan, berangkat sekolah harus memakai tongkat selama 3 bulan memang lucu. Sekarang sih bisa bilang lucu, coba dulu. Sedih yang ada (halah..)

Maunya sih cabut pen biar ngga dihantui sama omongan orang-orang "ih cabut ih.. Palaur bisi karatan", atau "waah? lama banget.. cabut ih ca, bisi kenapa-kenapa", atau "edan ica si kaki besi" hahahahaha aku ketawa aja dengernya, lucu.

Yah, cukup sekali masuk ruang operasi. Kalaupun masuk lagi, yaaa ruang operasi buat melahirkan lah ya hahahahahaha.

Wednesday, January 2, 2013

#2 - Impian

Hari ini diawali dengan telat masuk kelas Kajian Media jam setengah tujuh lalu diakhiri dengan jajan-jajan cantik bareng kamu di angkringan langganan. Aku suka hari ini!

Sejak malam, aku sudah niat untuk masuk kuliah Kajian Media. Kayaknya baru kali ini aku ingin masuk kuliah karena materinya, bukan faktor lain. Walau pada akhirnya aku dan 8 teman lain tidak boleh masuk gara-gara telat. hufet. Aktivitas siang aku habiskan di Lab, ngobrol, ketawa, kemudian turun ke bawah menghampiri mereka.

"Ca, jalan-jalan yuk!" Udin, si partner berantem unyu tiba-tiba nyeletuk. Aku emang ngerasa bosen sih sama hari ini. Luntang lantung. Lalu aku mengiyakan ajakannya. Tujuan kami pertama adalah Old and New yang ada di jalan Riau. Sampai di sana, aku sama dia pisahan. Dia mencari botol, aku liat-liat apa yang ada. Jam! Udah lama pengen beli jam tangan, nyari-nyari ngga ada yang murah (yang bagus sih banyak) hahahaha. Terus keliling lagi, nyari scrabble. Kangen main itu, tapi ngga ada juga. Belum jodoh kali ya.

"Aku pengen nyari yang seger-seger ih, ca. Apa ya?" Doi mulai lagi, sambil mikir kita duduk-duduk di KFC masih sekitaran Riau. Ngobrol sampai bosen, akhirnya kami mutusin buat jajan ke cuanki Serayu dengan jalan kaki! Hahahahaha.

Di perjalanan ke Jalan Serayu, aku sama Udin mulai berangan-angan, berandai-andai tentang masa depan masing-masing dari kami.

"Nanti kalo kita udah punya keluarga masing-masing, harus tetep hangout kayak gini ya"
"Iya Din, ntar aku ceritain ke anak aku, 'Ibu pernah loh jajan sama tante Udin kesini, main kesini' "
"Aku mah pengen nanti tinggal di luar Bandung, ca. Jogja, Malang gitu.."
"Aku sih lebih pengen ke Jogja atau Solo, din. Kayaknya tentram gitu. Walaupun cuacanya panas"
"Aku pengen deh jalan kaki gini sama dia.."

Dan masih banyak angan-angan lain yang aku bayangkan sendiri. Bagaimana aku kedepannya? Kuliah sudah hampir selesai, dunia kerja menanti. Jadi apa, ya? Masih banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh diriku sendiri.

Selesai bercuanki ria, aku sama Udin berniat jalan kaki sampai Jalan merdeka, tapi berhubung sepatunya dia ngga cocok, akhirnya dia naik angkot dan aku dijemput sama kamu. Hehe. Terus lanjut ngemil-ngemil di angkringan langganan dekat rumah.

impian, masa depan. Bagaimana masa depanku? Masa depanmu? Masa depan mereka, para manusia ajaib kesayanganku. Semoga impian masing-masing dari kita bisa terwujud, ya.

Semoga, Amin

Tuesday, January 1, 2013

#1 - Kita

Kali ini, seorang Riska Herliafifah akan mencoba produktif dalam menulis. Mencoba untuk memperkuat ingatan (yang dia tau cuma 'segitu-segitu aja' padahal nyatanya lebih dari itu) lewat 30 hari bercerita! Semoga tidak malas. Tulisan pertama hari ini diawali dengan bercerita tentang kalian!

"Disaat kita bersama, diwaktu kita tertawa, menangis, merenung, oleh cinta" (Sheila On 7 - Kita)

Hei kalian, manusia ajaib! Setiap aku mendengar lagu itu, aku selalu ingat kebersamaan kita selama satu tahun kemarin. Kalian bisa merubah mood-ku menjadi naik. Bisa membawa suasana menjadi santai, kalian lebih dari sekedar partner, lebih dari sekedar keluarga.

Nongkrong adalah waktu untuk menunggu kuliah. Tapi tidak bagi kalian, juga aku. Malah kuliah waktu untuk menunggu nongkrong. Dari pagi sampai malam. Kursi panjang, akuarium, pelataran aula, ber-wifi ria, tertawa, bercerita, melakukan hal bodoh, main bebentengan di lapangan parkir, bikin acara, pusing bareng, obrolan serius yang hanya berlangsung beberapa saat tapi setelah itu buyar. Dan itu semua dilakukan di kampus!

Dunia perkuliahan memang berbeda dengan sekolah, aku rasakan itu. Tapi kalian bisa membuat hutan belantara bernama universitas begitu sangat menyenangkan.

Jumat lalu, waktunya kita semua keluar dari tempat itu. Tempat yang memberikan wadah kreatif bagi kita yang mungkin dikenal berantakan. Saat itu aku sadar, aku akan jarang menghabiskan waktu bersama kalian seperti biasanya.

Sebenarnya, kita tidak benar-benar berpisah, teman. Saat ini kita sedang berada pada fase menyelesaikan pekerjaan masing-masing menuju S.Ikom dan cita-cita yang kita idamkan. Kita harus wisuda bareng, ya di September 2013. :)

Semoga, Amin.

Kerinduanku pada 2012 adalah kebersamaan bersama kalian, manusia ajaib :)
(Dan saat ini aku sedang membayangkan kondisi masing-masing dari kita 5-7 tahun mendatang. Sukses buat kita semua ya! *peluk*)