Tuesday, June 19, 2012

Tuan Semut #2

Selamat malam tuan semut yang datang dan pergi sesuka hati kayak ingus.

Baru saja kamu bilang kalo kamu lengkap layaknya pasar. Lengkap apanya? Mari aku ingat-ingat. Iya kamu menyebalkan, iya kamu baik walau lebih sering ngga, iya kamu ramah, iya kamu tukang bikin orang bingung, iya kamu lebay, iya kamu rese, iya kamu aneh, iya kamu pintar menyamar. Heummm, iya sih.

Soal menyamar, tuan Semut tau tidak? Sore tadi aku jalan-jalan dengan seorang teman. Ternyata kamu diam-diam mengikuti ya? Ayo ngaku! Kamu menyamar jadi trotoar, bangunan tua, ruas jalan, bahkan parfum! Masih belum mau ngaku juga? Sering aku memergokimu sedang mengintip disana. Bahkan malam ini. Kamu menyamar menjadi lagu yang membuatku terbawa pada dimensi lain. Terbawa pada sebuah ruang yang sudah aku kunci rapat. Sialnya kunci itu ada di genggamanku, jadi dengan mudah aku bisa membukanya kembali.

Seisi kota ini sepertinya sudah dikuasai olehmu untuk disulap menjadi dirimu dengan wujud berbeda. Angkot, mall, gedung bioskop, toko buku, gedung pertemuan, 'jalur gaza', tukang mie kocok, lomie, pan cake, potongan tiket, tambal ban, hujan, dan segala hal yang berbau tempat berjarak ribuan kilometer dari sini adalah korbannya. Masih banyak lagi sih.

Berkat penyamaranmu yang super hebat itu, aku mengingkari janji yang sudah aku rancang dengan diriku sendiri. Sudah dua kali, dan tidak akan ada yang ketiga karena aku tau, hasilnya pasti sama. Gagal.

Ha? Apa? Kamu ingin tau apa janjinya? Sepenting apa jawaban itu buat kamu, tuan? Hahahahahaha! :p


Kesalahan terbesarku adalah sudah membuat kastil yang sangat megah dalam memoriku yang minim. Itu sebuah kesalahan besar dan fatal. Menghasilkan aku saat ini. Aku yang menjadi takut untuk berfikir positif dalam segala hal, termasuk kamu, tuan semut.


#nowplaying The Groove - Satu Mimpiku

Monday, June 18, 2012

Tuan Semut #1

Tadi, baru saja. Aku ditawari semangkuk baso yang sangat menggiurkan oleh seorang teman. Sebut saja, tuan Semut. Bihun sayur, dengan sambal dan cuka. Segar sekali! Kalimat yang diucapkan tuan Semut sangat meyakinkan. Tapi, entah kenapa aku menolak. Seperti ada sesuatu yang bilang "jangan ca, itu ada formalinnya. Ngga baik buat kesehatan, nanti kamu sakit. Susah sembuhnya" padahal? Itu adalah makanan favoritku! Favorit sekali! Aku menolak perlahan, tertunduk lesu, kemudian berpikir keras.

#EfekTugasMPK 

Sunday, June 10, 2012

4.31 PM

Ini tulisan pertama setelah hilangnya mood menulis menjadi trending topic di pikiranku. Bolehkah aku sedikit bercerita disini? Ah masa ngga boleh, ini kan duniamu, riska. *iya, ngomong sendiri lagi*

Setiap ada hasrat menulis, selalu kayak gini tahapnya: ngetik - dibaca - CTRL A - delete. Selesai. Kenapa? Entahlah, aku juga bingung. Apa ada hubungannya dengan kalimat yang ditulisnya waktu itu? *mikir *gamau jawab. Akhir-akhir ini (yang sebenarnya sudah sering dilakukan dari dulu tapi menjadi jarang) aku sering melakukan percakapan dengan diri sendiri. Bahasa enaknya, ngomong sendiri. Dan itu sering terlihat oleh beberapa teman. Hahahahahahaha mungkin gila, tapi aku punya banyak alasan untuk itu.

Ngomong sendiri, ngomong sama kaca, ketawa sendiri dan bla bla bla yang dilakukan dengan diri sendiri itu menenangkan. Tidak perlu takut ngga diwaro dengan lawan bicara, karena toh lawan bicaranya diri kita sendiri kan? Ngomong sendiri itu menyayangi diri sendiri. Terkadang kita lupa mendengar suara dari hati kecil sendiri karena terlalu sibuk memikirkan apa kata orang (very me). Berbicara dengan diri sendiri itu, heuuumm membuatku mengendalikan apa yang ada dalam diri. Ngomong sama kaca, sibuk dengan pikirannya, lebih membuat apa yang ada didalam hati keluar. Maksudnya, hal kecil yang ingin diceritakan pasti terucap. Tanpa harus takut si lawan bicara menceritakan lagi pada orang lain. Tentu saja, lagi-lagi karena lawan bicaranya adalah diri kita sendiri. 

Kekurangannya hanya satu, dianggap gila oleh orang lain. Tapi aku ngga peduli sih, karena itu caraku untuk (setidaknya) membuat diriku tenang, nyaman dan lega. Setiap orang punya punya caranya sendiri kan dengan 'me time'-nya? :)

"keuntungan dari berbicara dengan diri sendiri adalah anda tahu setidaknya diri anda sendiri mendengarkan"  Franklin P. Jones, penulis kutipan motivasi Amerika Serikat.



Dan aku menyadari, betapa banyaknya kata 'diri sendiri' dalam tulisan ini. Terlihat kalau mood menulisku memang masih berada dibawah. Jelek sekali. Yasudalah.