Monday, April 30, 2012

Titik (semoga)

Tolong ingatkan aku jika aku menangis untukmu lagi. Karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri, air mata tadi malam, selama perjalanan pulang dari rumah Vika adalah yang terakhir.

Situasi diantara kita sudah aneh, menurutku. Aku dan kamu seperti sedang menjauh dari kebiasaan sebelumnya. Canda tawa, saling ejek, dan berbagi cerita yang katamu ada kehangatan disana. Aku hanya melakukan apa yang juga kamu lakukan padaku. Mungkin ini isyarat yang kamu berikan padaku agar aku berhenti. Lagi-lagi ini menurut pandangan dan perasaanku.

Sisa pertanyaan yang ada dibenakku tidak akan aku tanyakan lagi, cukup aku pendam. Biarkan tertimbun sampai nanti, mungkin sampai kamu pergi dan kembali. Mengubur segala impianku bersamamu. Menonton konser band kesukaanku berdua, fotobox, naik kereta bersama, tour damri, dan impian paling GILA yang aku tulis untuk tugas membuat sinopsis semester lalu.

Pagi ini, 30 April 2012, aku akan memulai dan mengakhiri semuanya. Walau aku tau ini sulit, sangat sulit, tapi kalau tidak dimulai kapan lagi? Aku hanya ingin berhenti menyakiti diri sendiri. Layaknya seorang pecandu narkoba yang sudah merasa muak dengan obat-obatan terlarang itu. Layaknya anak-anak yang naik komidi putar hingga mual, pusing dan kesal. Aku ingin berhenti dengan kerumitan ini.



 #RuangMini #SebelumPergiKekampus

No comments:

Post a Comment