Sunday, March 11, 2012

Simpulan yang Salah

Aku terlalu percaya diri dengan mengatakan "aku kenal banget sama kamu, temenan hampir tiga tahun", nyatanya aku salah. Ada beberapa hal yang tidak aku ketahui. Kecanggungan yang diakibatkan oleh rangkaian kata yang aku simpan dan mungkin sudah kamu baca. Aku mengerti, mungkin kamu bingung bersikap "ternyata gini sikap kamu kalo tau yang sebenarnya, padahal udah long time ago loh" begitu pikirku. Ah sudahlah.

Sok banget ya aku, dengan mudahnya menyimpulkan kalau aku sudah mengenalmu dengan baik. Hahahaha! Plis deh, ca! Pertanyaannya sekarang, apa aku menyesal sudah menumpahkan semuanya disini? Semua rangkaian kata dan cerita yang mengakibatkan canggungnya sikapmu padaku? Aku jawab, tidak. Sekali lagi, aku tidak menyesal.

Semua yang aku tumpahkan bukan tanpa pertimbangan. Ini diari yang bisa dibaca oleh semua orang, termasuk si 'tersangka'. Jadi kalau kamu merasa sebagai 'tersangka' yaaaa bagaimana lagi? Hanya satu hal yang aku sesali. Terlalu cepatnya aku menyimpulkan 'sudah mengenalmu dengan baik' dan itu membuatku rindu dengan aktivitas yang biasa kita lakukan. 'Heureuy kuli', menjegal kaki, cubit sana sini, nyentil, rebutan makanan. Aku kangen dengan pertemanan kita, andri. Aku paling tidak ingin memiliki seonggok manusia bernama musuh. Aku benci itu.

Kamu tau? Satu setengah tahun mungkin waktu yang singkat untuk sekedar menyukai seseorang tapi menurutku itu sudah cukup. Karena aku mengenal kata berhenti. Kini takaran sudah kembali pada titik nol, titik dimana pertama kali kita kenal. Tak ada yang spesial disana, diruangan sensitif bernama hati.

Entah apa ini namanya, yang jelas aku ingin aktivitas pertemanan kita kembali lagi. Hanya itu, Andri.

No comments:

Post a Comment