Thursday, February 2, 2012

Kesal #1

Ini gila.
Aku serius.
Seingatku, tak pernah aku merasakan kesal sampai seperti ini.
Gemes.
Ya, gemes ingin mencubit lenganmu hingga memar, bahkan berdarah.
Sadis memang.

Jangan seperti abege lah, ingat umur.
Bermusuhan, tidak bertegur sapa.
Padahal jelas-jelas kita saling beradu pandang.
Hanya karena hal itu?

Ya Tuhan, aku hanya bisa menghela nafas panjang.
Menyebut asma-Mu berkali-kali.

Jangan anggap apa yang aku lakukan itu sebagai bentuk permohonan.
Tidak sama sekali.
Itu hanya penyampaian pesan yang iseng, tak ada unsur apapun.

Kita berteman cukup lama.
Dan saling mengenal pribadi masing-masing.
Kamu tau bagaimana aku memperlakukan orang yang aku kagumi,
lalu kenapa kamu ribet sendiri?
Apa harus seperti ini?
Mau sampai kapan?
Masa iya harus aku yang mulai?
Kalau iya, semakin angkuh saja kamu.

Aku hanya tak ingin punya musuh, itu saja.
Sejak awal kita berteman baik,
sangat baik.


Melihatmu dari jauh,
membuat emosiku langsung naik.

Mengingat hal yang membuatmu (katanya) marah,
aku mengelus dada sambil geleng-geleng tak mengerti.

Melihat sikapmu yang tidak menyapa,
walau kita bertatapan,
Aku tertawa konyol.

Kamu tau?
Itu adalah gaya anak SMP atau SMA bahkan SD,
jika sedang kesal dengan temannya.
Dan kamu, berapa usiamu sekarang?
Haha.
Lucu ya.
Jadi kali ini, siapa yang bocah? :)

No comments:

Post a Comment