Thursday, September 29, 2011

Romansa yang hilang? #preeeeett!

Diatas si hitam yang gagah, kita menatap matahari yang sedang bersiap turun..
Bulat sempurna, besar dan jelas. "selamat datang kembali, kalian kemana saja?" dia seperti menyambut kita yang sudah lama tidak jalan bersama menggunakan si hitam kebanggaanmu. Meskipun mungkin si matahari tau aku lebih menyukai si merah ketimbang si hitam yang terlihat sangat gagah dan laki banget.

Kamu mengantarku sampai rumah bukan dipinggir jalan depan minimarket seperti biasanya dan itu bukan paksaan atau permintaanku.Aku hanya mengiyakan ketika ditanya olehmu "pasteur macet ngga jam segini?" lalu kamu mengarahkan setir motor menuju jalan yang lebih sepi. Aneh.

Melewati bandara Hussein Sastranegara, aku memandang sosok burung besar yang baru saja tiba dilandasan dan si matahari yang sudah beradu dengan awan senja. Lagi-lagi burung besar itu seperti memberikan sambutan hangat. Setibanya didepan rumah, lalu berpamitan. Namun terselip senyum janggal yang sangat jarang kamu berikan padaku ketika kamu sedang memutar arah, hanya berlangsung beberapa detik lalu senyum itu hilang berganti dengan wajah ketusmu yang khas.

Ada apa dengan hari itu? Matahari yang indah, burung raksasa, si hitam, aku, kamu dan senyuman janggal.

 #jangangoyah #tetapstabil

No comments:

Post a Comment