Selesai.

August 14, 2011

Perjalananku untukmu berhenti sampai disini.
Aku tidak akan melupakanmu tapi mengabaikanmu.
Karena melupakanmu butuh waktu yang lama,
seperti lamanya aku menunggumu untuk sadar.

Sadar bahwa aku yang mengerti semua tentangmu,
sadar bahwa aku yang ada disaat kamu
susah, senang, sedih, bingung, marah.
Sadar bahwa aku yang selalu memberimu semangat.
Sadar bahwa,
Aku menyukai dan menyayangimu dengan caraku sendiri.

Aku memang bukan dia yang mengajakmu solat dengan bahasa verbal.
Tapi aku berusaha mengajakmu solat tanpa harus mengucapkannya

Mengabaikanmu adalah hal yang sulit,
mungkin lebih tepatnya mengabaikan perasaan bodoh ini.
Semakin sulit karena posisiku sebagai 'tempat sampah' dari segala kejadain yang kamu alami.

Sebenarnya keinginanku sederhana,
aku hanya ingin menetralkan perasaan ini. Jadi ketika suatu saat aku bertemu denganmu hati dan perasaanku sudah kembali pada posisi semula. Tapi proses untuk sperti itu yang menjadi kendala, rumit.

Tolak ukur misi ini berhasil atau tidak, dilihat dari respon kulitku. Kalo aku mengingatnya sudah tidak merinding, berarti aku berhasil. Semoga saja ya. aku capek dengan perasaan bodoh ini :((

You Might Also Like

0 komentar

Teman-teman

Popular Posts

Part of